Postingan

Bergurulah Pada Yang Mengalami Bukan Yang Mengatakan !

Gambar
  Bergurulah Pada Yang Mengalami Bukan Yang Mengatakan ! Kalau ingin berguru arti sebuah penantian, tanyakan pada ibu Tiwi yang menanti dengan cemas kelahiran putra pertamanya. Kalau ingin belajar soal sakit hati, belajarlah pada Risti yang diputus pacarnya setelah 3 tahun berpacaran. Kalau ingin belajar apa itu kesabaran, belajarlah pada ibu Lia yang suaminya pergi sore pulang pagi. Kalau ingin belajar apa itu terlambat, belajarlah pada penumpang pesawat yang tiba di bandara dan pesawat itu baru terbang 1 menit. Kalau mau belajar apa itu pengorbanan, belajarlah pada Yesus Sang Guru Ilahi yang mencintai sampai terluka bahkan mencintai sampai tetesan darah terakhir di palang penghinaan. Lewat Yesus yang saya Imani sebagai Tuhan dan Guru, saya belajar memberi diri meski pemberian saya itu tak sebanding dengan pengorbanan-Nya. Memang ! kalau ingin padi segudang, jalan satu- satunya adalah menguburkan 100 KG padi ke tanah. Kalau menginginkan lezatnya buah advokad, maka satu buah ...

DI PERSIMPANGAN JALAN !

Gambar
  Setiap saat saya dihadapkan pada situasi dan kondisi dimana saya dituntut untuk memilih. Berat memang ketika harus memilih apalagi yang tersedia sama-sama memiliki plus minusnya. Saat-saat seperti itu, saya seolah berdiri disebuah persimpangan jalan dan saya bingung jalur mana yang mesti ku lalui. Situasi seperti itu menuntut kepekaan untuk mendengar apa kata suara hati. Ya ! suara hati mestinya menjadi kompas yang menunjukan jalur yang tepat, sebab ketika salah jalur resikonya tersesat atau menemui jalan buntu. Saya menjumpai beberapa anak yang baru selesai menamatkan pendidikannya di SMA / SMK dan sedang berjuang masuk PT. Aneh bin ajaib kebanyakan anak-anak calon mahasiswa yang saya jumpai, saat ditanya tujuan kuliah atau cita-cita mereka bahkan tidak memiliki cita-cita, pokoknya kuliah. Mereka (calon mahasiswa) berada dipersimpangan jalan dan sangat dibutuhkan kompas sehingga mereka tidak salah memilih jurusan/asal memilih jurusan / asal kuliah / asal sekolah. Kenya...

Mati Karena Rakus ( Refleksi Kritis)

Gambar
  Ada satu pepatah klasik yang berbunyi “ mati semut karena manisan”. Pepatah ini saya dengar pertama kali saat masih duduk dibangku SD kelas III dari guru saya kala itu. Sebagai seorang anak SD, saya dan teman-teman angguk angguk saja. Seiring perjalanan waktu, untuk membuktikan peribahasa itu, kebetulan ada gula air. Saya menuangkan madu kental secukup pada sebuah tutupkan kaleng cat dan membiarkannya untuk beberapa saat. Benar ! 10 menit berselang datang berduyun-duyun semut merah. Semuat – semut itu seolah merampas gula air, padahal gula air itu cukup banyak dan saya yakin semut-semut itu tidak mungkin menghabiskan gula sebanyak itu. Saya memperhatikan dengan seksama tingkah para semut itu, saya pastikan dari sepuluh ekor semut yang datang ke pesta minum madu itu Sembilan diantaranya dipastikan tewas dan bahkan semuanya tewas. Dalam hati saya berucap, seandainya hanya mulutnya yang dilekatkan pada madu, semuat itu pasti selamat, semut-semut itu tewas dikarenakan mulut, ...

BANTUAN ! (Goresan Hati Yang Tak Bisa Bersuara)

Gambar
  Siang itu, udaranya sangat panas. Bapak Aldy sudah dikenal di kompleks perumahan mewah itu sebagai pemulung. Bapak Aldy siang itu terseret sebuah mini bus, karena takut sang sopir meninggalkan Bapak Aldy di TKP untuk menyelamatkan diri dari amukan massa. Kepalanya terbentur diaspal, kakinya terluka, mulutnya mengeluarkan darah segar. Semua yang melihat kejadian itu, ada yang mau membantu, tapi dicegah oleh orang tertentu, dengan alasan polisi belum olah TKP, akhirnya pak Aldy menghembuskan napas terakhir di TKP tanpa suatu tindakan pertolongan. Ada ungkapan yang berbunyi “BANTUAN MESKI KECIL, SANGAT BERARTI BAGI YANG MEMBUTUHKAN”. Namun sebaliknya “ BANTUAN SEBESAR APAPUN SANGAT TIDAK BERARTI BAGI ORANG YANG TIDAK MEMBUTUHKAN”. Pernah saya kelupaan dompet dan hp, ditengah jalan ban sepeda motor kekurangan angin, saya bingung, dimana saya harus memperoleh Rp.2.000 untuk tamba angin. Dalam kepanikan ada seorang anak kecil menawarkan uang Rp.2.000, akhirnya saya tamba angin ...

Yang Paling Tinggi Jadi Incaran ! (Bilosofi Bambu)

Gambar
    Angin kencang yg melanda kota Kupang hari-hari belakangan ini membuat pepohanan sebagian tumbang dan atau patah. Tak dapat dipungkiri bahwasannya pohon yang paling tinggi resiko tumbang atau patah lebih besar dari pohon yang lebih rendah / pendek. Situasi ini mengiring saya masuk lebih jauh merefleksikan arti kaya - miskin, memiliki jabatan dan orang biasa / sederhana. Sukses dalam karier atau usaha menjadi dambaan jutaan manusia di dunia ini. Suksesnya menduduki jabatan tertentu ada yang melalui suatu proses panjang dan tidak sedikit terjadi atau diperoleh secara instan. Ada yang kaya raya berawal dari langkah pertama, kedua dan akhirnya tiba dipuncak. Ada sebagian orang kekayaannya merupakan warisan dari orang tua dan ada yang mendadak kaya karena kerja kotor. Mereka yang kaya karena perjuangannya sendiri kadang keringat darah menjadi bagian dari perjuangan itu tentu saja akan bertahan dalam posisi itu, kalau tokh terjadi sesuatu, sebut saja kehilangan hart...

CERITERA BIJAK

Gambar
  Seekor Kura-Kura Seorang nenek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk dibawah tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa. “Cara demikian tidak akan berhasil, nak!” kata nenek. “Saya akan coba mengajarimu.” Mereka pulang. Sang nenek mencoba meletakkan kura-kura didekat perapian. Beberapa menit kemudian kura-kura itu mengeluarkan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak. “Janganlah mencoba memaksa melakukan segala sesuatu, nak!”, nasehat nenek. “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.” Ingatlah selalu nasehat nenek diatas bila anda merasa mulai dijauhi oleh teman, pacar atau bahkan isteri anda!   Cincin Ajaib Seorang bapak tua yang memiliki 3 orang putra, sedang bingung. Ia merasa memiliki sebuah cincin yang dian...

Setiap Masalah Punya Solusi !

Gambar
Air mata dan tawaria merupakan dua sisi kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, keduanya ibarat mata uang dengan dua sisi yang berbeda namun menjadi satu kesatuan. Hidup ibarat roda kendaraan, ia akan berputar kencang ketika sang sopir tancap gas, dan akan berputar normal atau perlahan saat sopir menurunkan kecepatan kendaraan. Roda kehidupan berputar dan terus berputar, kadang di atas dan sebentar lagi di bawah. Masalah yang terkadang datang silih berganti, satu masalah belum tuntas, masalah lain datang lagi. Malah masalah lain yang datang terkadang jauh lebih berat dari masalah kemarin, hal ini terkadang menggiring kita berada pada titik nol atau terkadang kita kehilangan harapan. Terkadang kita berada pada puncak sukacita, cinta kasih sesama membuat kita menjadi pribadi yang paling beruntung di dunia dan kala itu kita mengganggap Cinta Tuhan melampauwi yang seharusnya kita dapatkan. Apapun situasi kita, air mata, sukacita, kutuk atau berkat, untung atau rugi mestinya tetap menjadi b...