Yang Paling Tinggi Jadi Incaran ! (Bilosofi Bambu)
Angin kencang yg melanda kota Kupang hari-hari belakangan ini
membuat pepohanan sebagian tumbang dan atau patah.
Tak dapat dipungkiri bahwasannya pohon yang paling tinggi resiko
tumbang atau patah lebih besar dari pohon yang lebih rendah / pendek.
Situasi ini mengiring saya masuk lebih jauh merefleksikan arti
kaya - miskin, memiliki jabatan dan orang biasa / sederhana.
Sukses dalam karier atau usaha menjadi dambaan jutaan manusia di
dunia ini. Suksesnya menduduki jabatan tertentu ada yang melalui suatu proses
panjang dan tidak sedikit terjadi atau diperoleh secara instan.
Ada yang kaya raya berawal dari langkah pertama, kedua dan
akhirnya tiba dipuncak. Ada sebagian orang kekayaannya merupakan warisan dari
orang tua dan ada yang mendadak kaya karena kerja kotor.
Mereka yang kaya karena perjuangannya sendiri kadang keringat
darah menjadi bagian dari perjuangan itu tentu saja akan bertahan dalam posisi
itu, kalau tokh terjadi sesuatu, sebut saja kehilangan harta biasanya mereka
anggap bagian dari hidup, namun bagi yang memiliki karena warisan biasanya
ketika kehilangan apalagi tidak memiliki apa-apa stres berkepanjangan.
Pohon tinggi menjadi incaran angin hal yang sama mereka yang
memiliki jabatan peluang dijatuhkan atau jatuh sangat mungkin. Disinilah
dituntut kepekaan melihat situasi. Bambu bertahan dalam terpaan angin karena
belajar menari saat angin, mungkinkah filosofi bambu mesti menjadi filosofi
kita juga?
Stasi Bello Kupang
, 2022 05 27
Tanus Korbaffo.
Komentar
Posting Komentar