Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Peristiwa 24 Mei 2026

Gambar
 Peristiwa 24 Mei 2026 Hari merupakan HR.Pentekosta. Malam sebelumnya kami tutup novena, saya memandu novena sejak hari I - IX.  Pagi seperti biasa bangun pagi beri makan babi, makan bubur dan segera mandi lalu ke Kapela membaca pengumuman. Saat tiba Koster sorong sepotong kertas untuk di baca 2X. Saya lihat foto lalu muat ke Group.  Seusai misa  kami makan bersama dan segera pulang. Sepanjang hari hanya di rumah. Malamnya doa rosario. Seusai misa saya tanya ketua panitia menyanyakan pertemuan internal tetapi saya dapat jawaban mengecewakan, akhirnya saya tinggalkan tempat doa. Sepulang Novi masak bubur.  Peristiwa ini menuntut saya untuk jaga emosi dan tahan diri

Hidup Dengan Satu Ginjal

Gambar
 Hidup Dengan Satu Ginjal ! Hari ini Jumat, 22 Mei 2026. Saya kembali ke RSCB Bello untuk kontrol..Pasien tidak banyak sehingga cepat ditangani.  Sepanjang hari ini saya sangat sibuk urus babi yang keluar dari kandang. Saat menghadap dokter dan melihat hasil ST SCAN, dokter berucap kalau ginjal kiri sudah tidak berfungsi lagi dan dokter menyarankan agar gingal kiri di ambil karena selama ini hanya 1 ginjal yang berfungsi [ hidup dengan satu ginjal]. Dokter meminta untuk konsultasi dengan keluarga. Ia...!  Sejak 2011 silam sudah ulang kali masuk RS karena ginjal saya bermasalah namun.diluar dugaan kami sampai.harus seperti ini.  Saya tahu kalau ginjal.saya bermasalah maka dalam setiap doa saya pasrahkan hidup pada Tuhan, saya tahu bersama Tuhan tidak ada yang mustahil.  Bello,22526 16.06 Wit

NTT PROPINSI TERMISKIN KE-6 DI INDONESUA

Gambar
 NTT Propinsi Termiskin Ke-6 Menurut BPS / Maret 2025 Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Indonesia mencapai 8,47% pada Maret 2025. Dari data ini nampaknya bahwa dari seluruh penduduk Indonesia awal tahun 2025, 8,47% di antaranya/23,85 juta orang tergolong miskin. Angka kemiskinan tertinggi berada di kawasan Timur Indinesia. Inilah dafrar 10 Provinsi termiskin du Indonesia / Maret 2025, menurut BPS: 1. Papua Pegunungan: 30,03% 2. Papua Tengah: 28,9% 3. Papua Barat: 20,66% 4. Papua Selatan: 19,71% 5. Papua: 19,16% 6. Nusa Tenggara Timur: 18,6% 7. Papua Barat Daya: 17,95% 8. Maluku: 15,38% 9. Gorontalo: 13,24% 19. Aceh: 12,33% Bello, 15 Mei 2026 Tanus Korbaffo

SDM NTT

Gambar