Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Sidang Raya XII Konferensi Waligereja Asia (FABC)

Gambar
  Sidang Raya XII Konferensi Waligereja Asia (FABC) resmi dibuka di Jakarta pada 20 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 26 Juli 2026. Pertemuan ini diadakan oleh lebih dari 120 kardinal, uskup, dan para pemimpin Gereja yang mewakili 22 konferensi waligereja serta mengurung Gereja di Asia.  Mengusung tema *“You Will See Greater Things… The Call to Synodal Conversion and the Mission to Be Bridges and Bridge-Builders in Asia”* (Yohanes 1:50), Sidang Raya XII FABC menegaskan panggilan Gereja di Asia untuk semakin menghidupi semangat sinodal melalui persaudaraan, dialog, dan komitmen menjadi jembatan yang mempersatukan masyarakat di tengah keberagaman budaya, agama, dan bangsa.  Sidang Raya ini diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Jakarta sebagai tuan rumah dan merupakan forum pleno tertinggi FABC yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali.  Selain para uskup, pertemuan ini juga dibawakan oleh utusan Takhta Suci, para teolog, biarawan-biarawati, serta para pakar pas...

Di Tilong Kami Menyaksikan Ranting Ranting Bernyanyi

Gambar
 Di Tilong Kami Menyaksikan Ranting Bernyanyi. Kami keluar dari Tofa 09.10, singga pom bensin isi minyak dan sejenak membeli sirpin di pasar kasih. Dari pasar kasih meluncur ke jalan Bajawa jemput Mr.Lexi. sang driver Mr.Finsen Kiik menjalankan kendaran normal. Tikungan demi tikungan akhirnya di bilangan Tilong permai. Sejak berbincang di bawah naungan pohon ketapang, akhirnya meluncur ke lokasi.  Ranting ranting pohon sudah menyambut kami di lokasi yang telah kami miliki sejak 2004. Ranting pohon putih, jambu mente, ranting tuak semua melantungkan lagu yang sama, dengan sang nakoda yakni angin siang.  Dengan iringan lagu dari ranting ranting, saya memungut beberapa buah mente kunikmati di tempat itu. Akhir ranting-ranting menyanyikan lagu sayonara pada kami bertiga dan berharap akan datang lagi dan pasti datang lagi untuk menikmati alunan lagunya.  Mobil Avanza warna silver akhirnya membawa kami kembali dan singga menikmati teh hangat di rumah anak Mundus dan Imel....

Bisikan Angin Malam

Gambar
  BISIKAN ANGIN MALAM ! Angin sepoi-sepoi basah di sekitar pondok kami membawa kesejukan bagi kami sekeluarga. Belum lagi pondak kami yag berdiri kokoh di atas bukit, apalagi dikelilingi pepohan nan hijau membuat suasana semakin adem ayem. Angin malam itu, 16 Juli 2026 benar-benar mengiringi kami menikmati indahnya malam. Pondok kami berada di kelurahan Bello, sebuah kelurahan di pinggiran kota Karang(Kota Kupang) Kelurahan Bello saat ini tidak seperti dulu lagi, dengan hadirnya para developer yang membangun perumahan siap huni di sekitar Bello, membuat kelurahan Bello ramai dan semakin hari semakin padat. Meskipun demikian ada wilayah disekitar Bello, termasuk wilayah disekitar pondok kami masih asri. Malam ini, saya duduk di teras pondok kami sambil memainkan jari di atas tuts laptop di iringi angin sepoi-sepoi basah. Dari kejauhan terdengar nyanyian jangkrik di balik pepohan atau dedaunan kerang membuat suasana semakin adem. Sesekali terdengar bunyi kendaran dari kejauhan pertan...

Membaca Tanda-Tanda Alam Ala Atoen Meto

Gambar
  Alam Selalu Berkomunikasi Jika Manusia Peka Dan Memperhatikannya. (Membaca Tanda-Tanda Alam Ala Atoen Meto) Penulis bersama pangeran kami di kebun saat menikmati jagung muda Negara memiliki BMKG yang berperan penting sebagai garda terdepan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Indonesia. Peran ini diwujudkan melalui penyediaan peringatan dini cuaca ekstrem , pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) , serta edukasi untuk memperkuat ketahanan iklim masyarakat . Namun jauh sebelumnya adanya BMKG,Atoen meto di pah Timor–NTT telah mengandalkan alam dalam urusan ini. Bagi Atoen Meto, alam adalah buku besar yang selalu memberikan tanda yang dapat menjadi petunjuk bagi mereka, dalam melakoni kehidupan sehari-hari. Sebut saja awan nan pekat menandakan hujan lebat atau badai akan datang, sementara arah angin dan gerakannya sering menjadi sinyal perubahan cuaca. Dalam tulisan saya tentang kalender musim dalam tatanan masyarakat atoen meto, disana tertulis jelas bahwa seor...

Catatan kecil untuk Almh. Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha).

Gambar
 Catatan kecil untuk Almh. Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha).   Dokter Icha demikian orang memanggilnya. Belakangan ini menjadi topik hangat di medsos.  Viralnya sang dokter cantik pergi untuk selamanya,diduga akibat de presi dan trauma berat setelah diintimidasi oknum anggota DPRD TTU  di IGD RS Leona Kefamenanu. Pihak keluarga menyatakan dr. Icha mengalami syok, ketakutan, dan trauma mendalam hingga sempat dirawat secara medis yang akhirnya meninggal.  Peristiwa ini tentu saja membuat banyak orang marah dengan tindakan anggota dewan. Meski anggota dewan membantal namun satu hal ibu dokter Icha sudah pergi untuk selamanya. Ini pelajaran untuk kita semua agar kedepan menghapi sesuatu gunakan nurani, kepala dingin harus dikedepankan apalagi berhadapan dengan seorang perempuan.  Belli, 27 Juni 2026 Tanus Korbaffo