SURAT DARI KAMI, TEMAN-TEMAN YBS UNTUK BAPAK PRESIDEN PRABOWO
SURAT DARI KAMI, TEMAN-TEMAN YBS UNTUK BAPAK PRESIDEN PRABOWO Halo Bapak Presiden di Jakarta, Kami menulis surat ini sambil menangis. Satu bangku di kelas kami sekarang kosong. Teman kami, YBS, sudah pergi jauh ke surga. Bapak Presiden, kami kaget sekali karena ternyata teman kami pergi hanya karena uang sepuluh ribu rupiah. Padahal kami pikir, uang segitu hanya untuk jajan di kantin atau beli kerupuk. Tapi bagi teman kami, uang itu sangat mahal karena mamanya tidak punya untuk membelikannya buku dan pena. Bapak, kami takut. Apakah sekolah memang semahal itu? Apakah kalau kami miskin, kami tidak boleh punya cita-cita? Kepada Bapak Presiden yang baik, kami ingin meminta sesuatu: Jangan biarkan ada teman kami yang sedih lagi: Kami tidak mau melihat teman kami diam di pojok kelas karena tidak punya pensil atau bukunya sudah habis tapi tidak bisa beli yang baru. Tolong bantu orang tua kami: Mama dan Bapak kami di sini kerja keras di kebun, tapi kadang uangnya memang tidak...