31 Oktober 2025, Akhir Dari Perjalanan Cinta Dari Rumah Ke Rumah

(Refleksi Atas Bulan Cinta/Rosario 2025)



Bulan Oktober adalah moment indah yang di siapkan Gereja agar umat berbagi kasih. Selama bulan Oktober (Rosario) umat saling menggunjungi dari rumah ke rumah berdoa bersama, seusai doa ada the hangat, kopi hangat plus ubu rebus atau jagung rebus, bubur kacang atau sekedar kue dan air mineral, bahkan mungkin satu saluki mewarnai pertemuan cinta itu.

Iman bersifat pribadi, iman memang di satu sisi urusan persona dengan Sang pencipta (Tuhan), namun iman juga bersifat sosial, iman tidak berkembang dalam ruang hampa, iman tumbuh dalam kebersamaan dan justru dalam dan lewat kebersamaan itu, sang beriman mewujudkan imannya.

Sebentar lagi bulan Rosario 2025 akan pergi untuk selamanya. Dalam hitungan mundur, selama bulan Rosario 2025 berapa rumah yang kita kunjungi dan mendoakan mereka ? berapa rumah / orang yang mengunjungi kita dan berdoa bersama kita ? Ataukah orang mengunjungi dan mendoakan kita namun sebaliknya kita apatis, tidak melakukan seperti yang mereka lakukan pada kita ?.

Bulan Rosario adalah moment terindah agar kita saling berbagi. Tanpa kita sadari ceritera-ceritera kecil yang mengalir indah sepanjang bulan Rosario telah menyembuhkan begitu banyak penyakit. Ingat ! hanya dengan bertemu dan saling menyapa dalam kebersamaan Rosario suci,  banyak beban terbagikan.

Dalam hitungan menit, bulan Rosario 2025 akan pergi dengan sejuta ceritera cinta bersama Sang Bunda selama bulan Oktober 2025. Kisah-kisah cinta yang terpatri selama Bulan Rosario 2025 akan tetap menjadi kenangan abadi dalam setip sanubari pencinta doa Rosario Suci. Sebaliknya bulan Rosario / bulan cinta tidak bermakna bagi mereka yang apatis, Rosario tidak bermakna bagi mereka yang menunggu di rumahnya, orang datang mendoakannya lalu ia tidak melakukan hal yang sama.

Sekali lagi, iman memang urusan pribadi dengan Tuhan, namun iman tidak mekar di ruang hampa, iman berkembang dalam komunitas cinta, berkembang dalam semangat kolegialitas.

Terima kasih banyak untuk mereka aktif dalam doa Rosario selama bulan Rosario 2025 dan terima kasih juga mereka yang belum ada waktu untuk berbagi cinta dengan saling mengunjungi selama bulan Rosario 2025. Sekali Tuhan sayang selamanya Tuhan sayang.

Bello, 31 Oktober 2025

Tanus Korbaffo

(Ketua Ikatan Katekis Paroki St.Fransiskus Assisi Kupang)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Panjang Paroki St.Fransiskus Assisi Kolhua Kupang, Dari 1 KUB Sampai Menjadi Satu Paroki

SOAL – SOAL PERSIAPAN UJIAN AKHIR KELAS IX MATA PELAJARAN PEND.AGAMA KATOLIK & BUDI PEKERTI SMP KATOLIK ST.THERESIA KUPANG TAHUN 2025

Setelah 22 Tahun Mengabdi, Hari Ini Berakhir !