Untukmu Eja Kompol Cosmas Kaju Gae
Untukmu
Eja Kompol Cosmas Kaju Gae
Eja Cosmas Kaju Gae, saya
tidak mengenalmu, namun kisah bangku
panjang di ruang sidang, ketika Eja di depan, pimpinan membacakan putusanl
PTDH—Pemberhentian Tidak Dengan Hormat., Kamis 4 September 2025 saya berusaha
mengenalmu dan berusaha merasakan apa yang yang eja rasakan.
Eja Cosmas Kaju Gae,
jujur saya menulis ini dengan mencucurkan air mata, karena saya sadar dan yakin
bahwa Eja Cosmas tidak mungkin terlintas dibenakmu untuk menghabisi nyawa
seorang anak manusia.
Eja Cosmas Kaju, hidup
ini memang penuh dengan sandiwara, sang sutradara dari sandiwara itu adalah pribadi tak bernurani yang tega
mengorbankan sesamanya demi egonya.
Eja Cosmas Mauponggo –
Nagekeo telah menerpamu menjadi pribadi yang harus tetap menegakkan kepala
dalam situasi apapun. Perbukitan-perbukitan Mauponggo telah menerpamu menjadi
pribadi yang tetap berdiri sampai titik ini. Ingat Eja ! cengkeh,kemiri,kopra yang tumbuh subur dan lebat di perbukitan
Mauponggo telah melahirkan begitu banyak orang hebat dan satu dari sekian orang
hebat adalah Eja Cosmas Kaju Gae.
Eja Cosmas Kaju di lapangan
anda selalu jadi penengah, namun hari ini, siapa yang menengah untuk mu di
Sidang etik ini ? Mungkinkah anak buahmu yang Eja pimpin selama ini berdiri
bersamamu ? Mungkinkah matahari akan berpihak padamu ? Mungkinkah
bintang-bintang di langit ikut meneteskan air mata seperti saya saat merangkai
tulisan ini ?
Satu hal pasti Eja
Cosmas, Tuhan yang kita Imani selalu bersamamu dalam situasi apapun. Saya yakin
ini ujian yang harus eja lalui, setelah hujan ada pelangi yang sangat indah di
kaki langit. Tuhan memberi tantangan pada umat-Nya, Tuhan tahu yang diberi
mampu mengatasinya.
Bello, Kamis 4
September 2025
Tanus Korbaffo

Komentar
Posting Komentar