Refleksi Akhir Tahun 2025 & Menyongsong 2026

 

Refleksi Akhir Tahun 2025 & Menyongsong 2026

 

Saat membacakan intensi misa di Misa I tutup Tahun, 31 Des 2025

Sang waktu terus berputar dan tak seorangpun mampu menahannya. Perputaran itu menghantar kita pada lembaran akhir buku kehidupan tahun 2025.

Tawaria, air mata, sukses, gagal menjadi bagian yang tidak mungkin di kembalikan, kisah kisah itu akan menjadi masa lalu.

 

·         Hanya satu kata yang mesti lahir dari bibir sang ciptaan istimewa ini yakni " SYUKUR". Syukur pada Sang Hidup karena memberi kita kesempatan istimewa mengakhiri akhir dari sebuah waktu. Kita bersyukur karena Tuhan memberi kita kesempatan mengakhiri 12 bulan, 365 hari,52 minggu, 8.760 jam,525.600 menit dan 31.536.000 detik.

Sebagai insan beriman kita sepakat bahwa, akhir 2025 menjadi ruang jeda untuk menghela napas bersyukur dan refleksi. Setiap proses yang dilalui menyimpan sejuta makna, sejuta kisah yang mesti menjadi sebuah permenungan.

Tahun 2025 akan segera pergi dengan sejuta kisah, tidak semua rencana terwujud, namun semua pengalaman membentuk kedewasaan dan menjadikan pengalaman itu guru sejati dalam mengisi lembaran demi lembaran hidup di tahun 2026.

 

Foto bersama di teras pondok Bello permai seusai misa tutup tahun

Di penghujung tahun 2025 ini, rasa syukur tumbuh dari hal-hal sederhana. Bertahan saja sudah menjadi pencapaian. Satu hal Tuhan tidak menghendaki kita meratapi setiap kegagalan di tahun 2025. Tuhanpun tidak menghendaki kita larut dalam merayakan kesuksesan. Tuhan mengharapkan saya dan anda merefleksi dan menyiapkan energi demi langkah pertama di tahun baru 2026.

2025 adalah kenangan, 2025 terlalu jauh karena ia tidak pernah akan balik lagi, saat melepaspergikan 2025 adalah kenyataan dan 2026 adalah impian yang belum pasti. Kartu 2026 milikku dan milikmu belum terbuka, kita tidak tahu kartu apa yang kita miliki di 2026.

Sebagai insan beriman kita sepakat bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan milik kepunyaan-Nya berjalan sendiri tanpa arah. Tuhan hadir dalam setiap langkah kecil yang kita canangkan. Mari bersatu mengayun langkah memasuki 2026 dengan sejuta optimisme. Sekali Tuhan sayang, selamanya Tuhan sayang.

Bello, 31 Desember 2025
Pukul.22.57 Menit
(Tanus Korbaffo)

Top of Form

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Panjang Paroki St.Fransiskus Assisi Kolhua Kupang, Dari 1 KUB Sampai Menjadi Satu Paroki

SOAL – SOAL PERSIAPAN UJIAN AKHIR KELAS IX MATA PELAJARAN PEND.AGAMA KATOLIK & BUDI PEKERTI SMP KATOLIK ST.THERESIA KUPANG TAHUN 2025

Setelah 22 Tahun Mengabdi, Hari Ini Berakhir !