BANTUAN ! (Goresan Hati Yang Tak Bisa Bersuara)

 



Siang itu, udaranya sangat panas. Bapak Aldy sudah dikenal di kompleks perumahan mewah itu sebagai pemulung. Bapak Aldy siang itu terseret sebuah mini bus, karena takut sang sopir meninggalkan Bapak Aldy di TKP untuk menyelamatkan diri dari amukan massa.

Kepalanya terbentur diaspal, kakinya terluka, mulutnya mengeluarkan darah segar. Semua yang melihat kejadian itu, ada yang mau membantu, tapi dicegah oleh orang tertentu, dengan alasan polisi belum olah TKP, akhirnya pak Aldy menghembuskan napas terakhir di TKP tanpa suatu tindakan pertolongan.

Ada ungkapan yang berbunyi “BANTUAN MESKI KECIL, SANGAT BERARTI BAGI YANG MEMBUTUHKAN”. Namun sebaliknya “ BANTUAN SEBESAR APAPUN SANGAT TIDAK BERARTI BAGI ORANG YANG TIDAK MEMBUTUHKAN”.

Pernah saya kelupaan dompet dan hp, ditengah jalan ban sepeda motor kekurangan angin, saya bingung, dimana saya harus memperoleh Rp.2.000 untuk tamba angin. Dalam kepanikan ada seorang anak kecil menawarkan uang Rp.2.000, akhirnya saya tamba angin dan kembali ke rumah ambil dompet.

Korban Seroja Hanya Telan Ludah Dengar Bantuan !

Hampir dua bulan telah berlalu kisah pilu keganasan badai seroja meluluhlantakan sebagian wilayah NTT. Ada yang telah memperbaiki pondoknya yang rusak akibat ganasnya badai itu, ada yang sampai saat itu membiarkan puing-puing reruntahan rumahnya sebagai bukti bagi pemegang kekuasaan, karena janji-janji manisnya kepada para korban.

Namun sayangnya janji-janji itu tinggal janji. Lewat TV, media siber, media cetak, medsos, para korban badai seroja tahu bahwa bantuan terus berdatangan ke NTT, tapi apadaya, hanya berita, hanya penghiburan, para korban sampai detik ini tidak mendapat apa-apa.

Kategori Rusak berat (RB), rusak sedang(RS), rusak ringan(RR) tetap menghiasi kertas yang ada ditangan sang pemilkul Garuda di dada, enta sampai kapan burung Garuda yang digantung didadanya bisikannya bisa mengubah gerak cepatnya untuk menyalurkan janji-janji manis itu.

Ingat sang pemikul garuda di dada, bantuan meski sedikit namun akan sangat bernilai bagi yang sangat membutuhkan. Bapak Aldy dalam kisah diatas, andai kata ada yang gerak cepat dan di berikan air setetes dan segera di bawa ke RS kemungkinan besar ia akan selamat.

Andai kata gerak cepat dari orang-orang yang gantung burung garuda di dadanya kemana-mana, pasti saja rumah-rumah yang sampai saat belum diperbaiki atap karena ketiaaan uang dari sang pemilik, saya yakin pemilik akan begitu bahagia dan sangat berterima kasih kepada para pemikul garuda di dada kemana-mana itu.

Saya terkadang berpikir, seandainya saya adalah orang yang dipercaya untuk gantung garuda di dada kemana-mana, saya akan malu pada mereka yang mesti saya layani dan sampai saat ini masih hidup di tenda darurat, karena menunggu janji-janji itu.

Kemarin saya berjumpa dengan seorang janda di BRI Cab.Kupang, janda ini rumahnya tidak bisa ditempati lagi karena rusak tertiup badai, janda itu berucap sudah didatangi berulang kali oleh aparat pemerintah terutama RT/RW, namun sampai detik ini, janji tinggal janji, janda itu masih hidup di tenda darurat di samping reruntuhan rumahnya. Kasihan..

Goresan hati dari yang tak bisa bersuara

Bello, Selasa, 2021-05-11

Tanus Korbaffo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL – SOAL PERSIAPAN UJIAN AKHIR KELAS IX MATA PELAJARAN PEND.AGAMA KATOLIK & BUDI PEKERTI SMP KATOLIK ST.THERESIA KUPANG TAHUN 2025

Perjalanan Panjang Paroki St.Fransiskus Assisi Kolhua Kupang, Dari 1 KUB Sampai Menjadi Satu Paroki

Setelah 22 Tahun Mengabdi, Hari Ini Berakhir !