Mati Karena Rakus ( Refleksi Kritis)
Ada satu pepatah klasik yang berbunyi “ mati semut karena
manisan”. Pepatah ini saya dengar pertama kali saat masih duduk dibangku SD
kelas III dari guru saya kala itu. Sebagai seorang anak SD, saya dan
teman-teman angguk angguk saja.
Seiring perjalanan waktu, untuk membuktikan peribahasa itu,
kebetulan ada gula air. Saya menuangkan madu kental secukup pada sebuah
tutupkan kaleng cat dan membiarkannya untuk beberapa saat. Benar ! 10 menit
berselang datang berduyun-duyun semut merah. Semuat – semut itu seolah merampas
gula air, padahal gula air itu cukup banyak dan saya yakin semut-semut itu
tidak mungkin menghabiskan gula sebanyak itu.
Saya memperhatikan dengan seksama tingkah para semut itu, saya
pastikan dari sepuluh ekor semut yang datang ke pesta minum madu itu Sembilan
diantaranya dipastikan tewas dan bahkan semuanya tewas.
Dalam hati saya berucap, seandainya hanya mulutnya yang
dilekatkan pada madu, semuat itu pasti selamat, semut-semut itu tewas
dikarenakan mulut, kepala, kaki, tangan bahkan perut dimasukan ke dalam gula
air itu, akhirnya tewas.
Ada kisah lain, ada seorang petani sangat jengkel dengan ulah
nakal dan rakusnya monyet-monyet di sekitar ladangnya. Sang petani itu,
akhirnya menemukan satu metode yang bisa menangkap sebanyak mungkin monyet
sehingga tanaman dalam lading itu bisa aman.
Dibantu oleh beberapa petani lainnya, mereka memotong beberpa
batag pohon yang besar, lalu membuat lubang dengan lebar seukuran tangan
monyet. Batangan kayu yang sudah dilubangi diisi dengan kacang goreng lalu
diletakan di dalam ladang itu, lalu para petani mencari tempat yang nyaman yang
luput dari pengamatan monyet.
Beberapa saat kemudian, monyet-monyet akan turun dan berebut
kacang dalam lubung-lubang kayu itu. Selang beberapa saat kemudian, para petani
itu muncul, monyet yang tangannya masih ada di dalam lubang kayu itu, akan
mempertahankan kacang dalam tangannya, maka otomatis tangannya tidak bisa
ditarik keluar.
Seandainya monyet itu melepas kacang dalam tangannya pasti
tangannya bisa ditarik dan ia selamat. Para petani dengan mudah menangkak atau
membunuh monyet-monyet raku situ.
Bello, 2021-05-06 (22.09 Wita)
Tanus Korbaffo
Komentar
Posting Komentar