Petaka Membawa Berkat !
Petaka Membawa Berkat !
Dalam kehidupan ini ada dua hal yang bersebrangan, yakni
celaka atau petaka dan berkat (Untung dan rugi). Setiap manusia di bumi ini
mendambakan kebahagiaan, sukses atau berkat. Pasti saja setiap orang berusaha
agar tidak mendapatkan petaka, namun terkadang antara harapan dan kenyataan
berbeda.
Dalam ulasan kali ini saya mencoba menghantar pembaca
untuk masuk dalam situasi dimana orang terutama para perempuan tertentu berada
pada titik nol kehidupannya, ternyata dibalik kehancuran itu sesungguhnya
adalah berkat istimewa dari Tuhan.
Dalam ulasan ini, saya tidak bermaksud mengaminkan
perbuatan dalam ulasan ini, namun mau mengatakan kepada pembaca, ternyata
di balik setiap kisah hidup ada maksud tersembunyi
dari Tuhan.
Beberapa waktu silam saya berjumpa dengan beberapa orang
perempuan hebat yang memiliki masa lalu yang kelam. Ibu pertama memiliki
seorang anak laki-laki ganteng hasil hubungan gelap dengan suami orang. Seiring
perjalanan waktu sang perempuan hebat ini memang tidak menikah, ia focus
mengurus anaknya itu dan puji Tuhan sang anak hasil hubungan gelapnya itu tumbuh
berkembang menjadi anak yang baik dan dibanggakan dalam keluarga.
Saat berjumpa sang perempuan yang kini memasuki usia
senja itu, ia berucap bahwa ternyata peristiwa kelam masa lalunya itu adalah berkat istimewa dari Tuhan
untuknya. Seandainya peristiwa kelam itu tidak terjadi saat itu, pasti
hidupnya saat ini tidak ada arti, ia
tidak memiliki pengharapan, namun ia sangat bersyukur pada Tuhan ternyata Tuhan
menggunakan cara yang tidak biasa untuk mencintai hidupnya. Malah sang ibu itu
berucap sendainya Tuhan mengizinkannya
ia ingin memiliki paling tidak seorang anak laki-laki dan seorang perempuan.
Perempuan lain juga berucap yang sama, bahwa ia sangat bersyukur memiliki 2 anak yang saat ini sudah membantu hidupnya apalagi yang sulung sudah bekerja.
Seandainya ia tidak memiliki anak saat itu, meski di
cemooh oleh keluarga pasti kisah hidupnya saat ini sangat memprihatinkan, ia
yakin mungkin saudara/I tidak terlalu memperhatikannya apalagi ia tidak memiliki
suami.
Perempuan lain yang di jumpai juga mengungkapkan hal yang
sama, mereka juga bisa berkisah bagaimana mengurus anak, berkisah bagaimana
anak membantunya, apalagi kedua anak laki-lakinya yang oleh masyarakat sekitar
kala itu di sebut anak haram kini sudah besar-besar dan ganteng-ganteng.
Sekali lagi, saya mau katakan bahwa saya sama sekali tidak mengaminkan perbuatan hamil di luar nikah seperti dikisahkan di atas, namun saya mau katakan bahwa Tuhan mencintai kita umat – Nya dengan cara yang terkadang tidak kita pahami dan menyakitkan.
Kita
mesti sepakat bahwasannya
Tuhan
mengizinkan setiap periswa dalam hidup kita terjadi, karena ada hikmah di balik
kisah hidup ini. Tuhan mengubah hidup kita dengan cara yang tidak kita
pahami dan terkadang sangat menyakitkan.
Seorang ibu sangat kesal kepada suaminya lantaran sudah
jauh malam belum pulang rumah padahal cuaca sangat buruk. Ternyata andai kata suaminya
datang pada waktu yang ditentukan mungkin saja suaminya menjadi satu dari
sekian korban bencana tanah longsor yang menimbun sekian kendaraan yang sedang
melintas.
Mari kita kembali ke kisah-kisah hidup beberapa perempuan
di atas, yang memiliki masa lalu yang kelam dan oleh masyarakat sekitar
dianggap sebagai petaka atau musibah, namun ternyata kisah kelam masa lalu
merupakan cinta Tuhan yang paling istimewa bagi ibu-ibu single parent ini.
Lewat tulisan ini saya berharap kita tidak menghakimi
para perempuan di luar sana atau di sekitar kita yang mengalami kisah kelam
ini.
Bello, 29 Januari 2025 ( Hari Raya Imlek)
Tanus Korbaffo


Komentar
Posting Komentar