Ceritera-Ceritera Bijak
Sekapur Sirih !
Sekali Tuhan sayang, selamanya Tuhan sayang !
Kalimat sederhana di ataslah yang selalu menjadi
motifasi bagi saya untuk terus melakukan
yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama. Saya yakin bahwa
Tuhan bersama saya dalam situasi apapun.
Kebanyakan ceritera – ceritera bijak dalam tulisan ini, merupaka kisah bijak yang saya susun tahun 2007 silam.
Sebagai seorang guru dan seorang penulis saya mencoba menghadirkan tulisan-tulisan sederhana dan saya yakin ada yang sangat membutuhkan kisah-kisah inspiratif ini.
Ceritera-cerita ini sebagai kenangan liburan paskah 2025
dan sebagai persembahan istimewa untuk kedua orang tua saya ; Alm Bpk.Yohanes
Bait Korbaffo dan Mama Berta Anunu Abi. Kedua sosok hebat ini telah
menghadirkan saya bersama ke-9 saudara saya di dunia.
Akhirnya, selamat membaca, tidak ada gading yang tidak
retak, tidak ada manusia yang sempurna. Maka usul saran demi penyempurnaan pada edisi mendatang. Sangat saya harapkan.
SELAMAT MEMBACA ...
Bello,
Rabu, 16 April 2025
Salam
& doa ku
(Kayetanus
Kolo)
Guru
pada SMPK Sta.Theresia Kupang,
ketua ikatan katekis paroki St. Fransiskus Assisi Kolhua Kupang.
Ceritera – Ceritera Bijak Penuh Makna
- Bangau-Bangau Perdamaian
Adalah gadis muda Jepang Sadako namanya. Ia lahir pada 7 Januari 1943.
Saat berusia dua tahun, Sadako merupakan satu dari ribuan orang
yang mengalami dampak bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus
1945.
Ketika berusia 11 tahun, teman-temannya berkisah bahwa menurut
legenda Jepang, bahwa orang yang membuat 1000 burung bangau dari kertas akan
berumur panjang.
Keinginannya untuk sembuh mendorongnya berjuang membuat 1000 burung
bangau dari kertas Sadako terus melipat bangau dengan ceria dan penuh harapan
meskipun sangat kesakitan.
Akhirnya lembaran hidup ditutup pada 25 Oktober 1955 karena
leukemia.
sebelum berhasil melipat seribu bangau kertas.
- Lilin Kecil
Suatu malam seorang lelaki mengambil sebatang lilin kecil,
menyalakannya dan menaiki tangga yang cukup tinggi, menuju sebuah menara. Di
dalam perjalanan mereka menaiki tangga tersebut, si lilin kecil bertanya kepada
pria yang membawanya, “Kita hendak ke mana?” tanya lilin. “Kita akan naik lebih
tinggi dan akan memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar di tengah lautan yang
luas,” jawab sang pria. “Apa? Mana mungkin aku bisa memberi petunjuk kepada
kapal-kapal besar dengan cahayaku yang sangat kecil? Kapal-kapal besar itu
tidak akan bisa melihat cahayaku,” jawab lilin kecil lemah itu. Lalu sang pria
kemudian merespon, “Itu urusanmu. Jika nyalamu memang kecil biarlah. Yang
engkau harus lakukan adalah tetap menyala dan urusan selanjutnya adalah
tugasku,” jawab pria itu.
Tidak lama sampailah mereka di puncak menara di mana
terdapat lampu yang sangat besar dengan kaca pemantul yang tersedia di
belakangnya. Pria itu menyalakan lampu besar dengan memakai nyala lemah si
lilin kecil. Dalam sekejap tempat itu memantulkan sinar terang benderang
sehingga kapal-kapal yang di tengah laut melihat cahayanya
- Pohon Kehidupan
Pada suatu ketika, sebuah perusahaan raket di Eropa
kekurangan kayu sebagai bahan baku. Untuk memenuhi kebutuhan kayu tersebut,
pihak perusahaan mengadakan kontrak pembelian dan penebangan di suatu negara
bagian India. Mendengar bahwa kayu hutan akan di tebang, banyak kelompok
pencinta lingkungangan hidup, aktivis maupun wakil rakyat memprotes kebijakan
itu.
Ibu – ibu rumah tangga yang biasa mencari kayu di hutan itu
menjadi sangat gelisah . Maka pada hari yang ditentukan sebagai awal penebangan
kayu, ibu-ibu pergi ke hutan masing-masing memeluk batang-batang pohon yang
akan ditebang. Akhirnya para pekerja tidak bisa berbuta apa-apa.
- Induk Burung Pelikan
Dalam legenda, pada masa paceklik, induk burung pelikan melukai
dadanya dengan paruhnya untuk memberi makan anaknya dengan darahnya.
Induk burung pelikan memberi makan anaknya
yang sekarat dengan darahnya untuk menghidupkan mereka kembali.
Sayananak-anaknya akhirnya selamat dan induknya mati karena kehabisan darah.
- Dokter Gianna (Mati demi buah hati)
Di tengah maraknya aborsi dan masalah pelik lainnya dewasa
ini, cukup dirasakan relevan, apabila dalam kesempatan ini, tidak salah saya
mengangkat kisah Santa “Gianna Beretta Molla,” seorang awam dan martir cinta
keibuan. Masalah yang cukup pelik dihadapi oleh Gianna Beretta.
Dia menderita suatu tumor di rahimnya dan hamil. Akan tetapi,
mustahil dia bisa bertahan hidup apabila memilih melahirkan.
Ternyata Gianna sungguh seorang ibu dan dokter yang beriman.
Dia memutuskan untuk tidak melakukan aborsi. Dengan kata lain, melahirkan
menjadi pilihannya dengan taruhan nyawanya sendiri. Setelah keputusan yang
cukup heroik ini diambilnya, kita pun akan kagum membayangkan bagaimana masa
sembilan bulan mengandung itu menjadi persiapannya yang mengagumkan dalam
menyongsong kematian. Sekaligus kehidupan, kematian bagi diri sendiri dan
kehidupan bagi bayinya.
Akhirnya, benar saja seminggu setelah
melahirkan, dia meninggal. Sang bayi selamat. Gianna menanti dan menyongsong
kematiannya dengan begitu tenang dan percaya pada Allah. Demi seorang janin
kecil, suatu hidup yang amat berarti di mata Tuhan dan di matanya, dia rela
kehilangan hidupnya sendiri. Ternyata, Gianna tidak salah pilih. Dia pun menang
dan tentunya tersenyum di surga sana menyaksikan proses penggelaran beata bagi
dirinya pada tahun 1994. Dan yang sungguh mengharukan, hadirlah pada Misa
beatifikasi itu bayi yang dikandungnya, Gianna Emanuela, dengan membawa
persembahan bersama ayahnya, Pietro Molla.
- Kegembiraan paskah Seekor Ayam Betina !
Kegembiraan paskah seekor
ayam betina diungkapkan lewat doa berikut ini !
Tuhan aku bersyukur
kepada-Mu, karena Engkau berkenan hadir dalam kehidupanku. Aku berterima kasih
karena Engkau memberi kekuatan fisik dan kesehatan. Akhir-akhir ini, aku memang
makan hanya sedikit, karena aku harus menggagati telur-telurku.
Tuhan hari ini persis hari
Paskah, telur-telur yang telah Engkau berikan kepadaku menetas menjadi ayam
baru. Karena kehangatan kehidupan baru telah muncul.
Mereka berlari kesana
kemari, setiap pagi saya melatih mereka berjuang untuk hidup, saling berbagi
diantara mereka. Tuhan tentu saja Engkau tertawa menyaksikan anak-anakku yang
lucu-lucu.
Tuhan di malam paskah ini,
tidak ada yang istimewa buat kami. Semua anak-anakku sudah terlelab tidur di
bawah kepak sayap kasihku. Saya hanya panjatkan doa ini Tuhan, jagalah
bulu-bulu sayabku agar aku dapat selalu melindungi mereka. Anugerahkan aku Roh
kebijaksaan, agar berlaku adil terhadap anak-anakku semua, tanpa memandang bulu
hitam, bulu putih kapas dan berbulu belang-belang.
Tuhan, malam telah larut,
kudengar manusia bernyanyi di gembira di gereja “ Kristus telah bangkit
Alleluya ! Tuhan, aku hanya mohon, marilah berjalan lewat rumah kami ini, agar
saya dan anak-anak diluputkan dari bahaya terutma dari gangguan tikus dan
kucing liar maupun anjing yang berkeliaran mala mini ini. Salam Paskah Tuhan.
Selamat Tidur-Amin ( Bello, 15 April 2025)
- Tiga Murid Setan !
Suatu ketika ada tiga orang
murid setan hendak menemani guru mereka ke bumi guna mencari pengalaman dan
pengikut baru.
Sang guru bertanya kepada
mereka apa teknik yang telah mereka siapkan untuk mencapai tujuan perjalanan
mereka di bumi. Setan kecil yakni murid pertama , yang bernaju merah mengangkat
tangan dan berkata “Guru, saya kira saya akan menggunakan cara klasik. Saya
akan berkata kepada manusia bahwa, Tuhan tidak ada, jadi berbuatlah dosa
sebanyak-banyaknya . nikmatilah hidup ini sepuas-puanya karena hidup ini hanya
hanya satu kali. Guru mengangkat jempol.
Murid keduapun tidak mau
kalah, sebelum ditanya ia sudah angkat bicara” saya akan menggunakan cara yang
lebih halus, saya akan mengatakan kepada manusia bahwa nerka tidak ada, jadilah
buat dosa sebanyak mungkin tokh semua akan masuk surga.
Kini giliran murid ketiga,
dengan tenang ia berucap , saya akan menggunakan cara lebih cerdik. Saya akan
berkata kepada kepada manusia bahwa Tuhan sudah tua, Tuhan sudah hampir buta
dan tidak melihat lagi, mungkin Ia akan mati duluan, jadi hiduplah dengan
puas-puas. Jangan bergegas, jangan waspada, pokoknya slow sa.
- Kejujuran !
Ada dua orang ibu
menumpang sebuah mikrolet hendak ke
pasar. Saat turun seorang ibu lupa membayar. Sang ibu yang lupa membayar tidak
tenang, akhirnya ia berkata kepada temannya, perihal lupa membayar tadi. Teman
berucap, itu rejeki mu, tidak usah dipikirkan lagi. Sang ibu yang lupa membayar
tadi berucap, setelah belanja, kita tunggu mikrolet tadi ya ! kita numpang
bayar saya bayar.
Saat turun sang ibu dengan
malu-malu menghampiri sang sopir seraya minta maaf dan menyerahkan Rp.10.000.
Saat melihat kejujuran sang ibu ini, sopir mengambil Rp.10.000 dan
memberikannya kepada sang ibu tadi. Karena kejujuran ibu, saya tambah ini ya,
terima kasih.
- Kunang-Kunang Kecil !
Hari itu Minggu, 1 Januari
2012. Malam itu kami duduk duduk di teras rumah merayakan tahun baru 2012.
Hujan yang tadinya normal akhirnya turun dengan derasnya disertai angin kencang
dan petir.
Saat itu, listrik padam dan
suasana sangat gelap, saat itu seekor kunang-kunang kecil dengan cahaya kelip-kelipnya
menyitari kami di teras pondok kami.
- Bulu-Bulu Ayam
Yang Telah di Cabut !
Adalah ibu Tini, seorang
wanita janda di kotanya. Ibu Tini di
kenal sebagai ibu si tukang gossip. Suatu hari ia ingin bertobat sehingga
mengunjungi sebuah biara minta pengakuan pribadi.
Sebelum mengaku, sang ibu
konsultasi dengan sang pastor soal stikma negatif yang selama ini disamatkan
padanya, yakni si tukang gosip. Oleh sang Imam, sang ibu itu diminta ke pasar
membeli seekor ayam janta, dan Imam itu meminta agar sepanjang jalan tolong
cabut bulu bulu ayam itu. Sang ibu melakukan yang diminta sang pastor, karena
berpikir memang dosanya berat.
Setelah sampai biara, ayam
itu tidak memiliki bulu lagi. Oleh sang Pastor ibu itu diminta kembali ke pasar
dan memungut bulu – bulu ayam itu untuk di pasang kembali.
Saat mendengar permintaan
itu, sang ibu berucap, permintaan itu tidak dapat saya lakukan, karena angina telah
meniup bulu bulu ayam itu kemana-mana,
- Anjing Rumah !
Suatu
saat, terjadilah pertemuan akbar anjing-anjing rumah. Thema pertemuan adalah “
Strategi menyenangkan para tuan mereka”. Pemimpin rapat angkat bicara. Kita ini
anjing yang hidup di rumah-rumah manusia dan menjadi piaraan mereka.
Sebagai
piaraan, nasib kita jelas, yakin seluruh hidup kita baktikan untuk keamanan dan
kesenangan tuan. Waktu kecil kita menjadi teman bermain yang menyenangkan.
Setelah besar menjadi security yang handal dan saat mati menjadi santapan yang
lezat, apakah itu belum cukup untuk tuan-tuan kita ? Saya kira kita telah berbuat yang terbaik
untuk tuan-tuan kita, lalu apa yang kita peroleh ? Kita hanya makan makanan
sisa dari piring tuan – tuan kita. Kalau kita lalai dalam tugas meski hanya
sedikit kita di gebuk tanpa ampun.
Setelah
pemimpin selesai berbicara, si hitam berang-berang angkat bicara, “ Kita sudah
memberikan yang terbaik, yang kita harapkan kalau boleh tuan-tuan kita sedikit
memberi penghargaan atas jasa-jasa kita.
Kini
giliran si putih angkat bicara, kita semua sepakat, mulai hari ini, kita
menuntut agar tuan-tuan kita tidak boleh memberi makanan sisa, bila perlu kita
makan duluan. Sidang ditutup dengan kesepakatan itu.
12. Kisah
Sang Laron
Suatu hari ada seekor
laron yang terbang disekeliling nyala lampu api. Begitu bahagianya sang laron.
Lalu ia kembali ke teman-temannya dan mengisahkan apa yang dia
alami. Sang laron menceritakannya dengan indah sekali, ia berkeinginan untuk
medekati nyala lampu api itu lebih dekat. Ia ingin sekali berpadu dengan nyala
api.
Di hari yang lain sang laron tadi tidak puas dengan hanya
mengelilingi lampu api dan menikmati cahanya saja, ia sedikit demi sedikit
mulai mendekat dan merasakan panas, hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk
melompat ke dalam nyala api secara langsung. Sementara teman-temannya yang
senantiasa mendengarkan cerita sang laron tadi menantikan kedatangannya untuk
menceritakan hal terbaru tentang lampu api tadi.
Namun, sang laron tadi telah sirna, musnah dan menyatu dalam
serpihan-serpihan, dan hilang tanpa jasad.
- Doa seekor Laron !
Suatu waktu, seekor laron berdoa demikian, Tuhan, banyak orang
di dunia ini, selalu minta umur panjang. Kadang-Kadang, saya malu dengan
manusia itu. Umur sudah panjang, masih doa minta lagi minta lebih panjang lagi.
Tuhan saya sedih, kenapa umur saya begitu pendek ? cuman satu
hari, pagi hidup , sore terbang mencari sumber cayaha, sayap saya tercopot lalu
mati mati. Tetapi Tuhan, saya terhibur, karena sekurang-kurangnya, saya telah
melihat dan mati karena terang itu, itulah tujuan hidup saya kan Tuhan ? Amin













Komentar
Posting Komentar