Perjalanan Panjang Paroki St.Fransiskus Assisi, Dari 1 KUB Sampai Menjadi Satu Paroki Langkah pertama perjalanan paroki St.Fransiskus Assisi menjadi sebuah paroki defenitif, tidak terlepas dari kehadiran PT Lopo Indah Permai memulai proyek pembangunan perumahan di bilangan Kolhua Kupang. Seperti di ketahui bahwa PT Lopo Indah Permai merupakan perusahaan pengembang perumahan pertama di Kota Kupang. Kehadiran PT Lopo Indah Permai di Kolhua 20-an tahun silam itu mengubah Kolhua yang saat itu masih hutan menjadi sebuah pemukiman padat penduduk. Warga Kota Kupang dan sekitarnya ingin memiliki rumah tinggal di perumahan Lopo Indah permai itu. Ternyata keluarga-keluarga Katolik juga banyak yang memiliki hunian layak huni di kawasan perumahan itu, yang belakangan lebih familyer dengan sebutan BTN Kolhua. Kolhua saat itu menjadi bagian dari paroki Sta.Familia Sikumana-Kota Kupang. Mengingat jumlah keluarga Katolik lumayan banyak lahir satu KUB di Kolhua...
Untukmu Eja Kompol Cosmas Kaju Gae Eja Cosmas Kaju Gae, saya tidak mengenalmu, namun kisah bangku panjang di ruang sidang, ketika Eja di depan, pimpinan membacakan putusanl PTDH—Pemberhentian Tidak Dengan Hormat., Kamis 4 September 2025 saya berusaha mengenalmu dan berusaha merasakan apa yang yang eja rasakan. Eja Cosmas Kaju Gae, jujur saya menulis ini dengan mencucurkan air mata, karena saya sadar dan yakin bahwa Eja Cosmas tidak mungkin terlintas dibenakmu untuk menghabisi nyawa seorang anak manusia. Eja Cosmas Kaju, hidup ini memang penuh dengan sandiwara, sang sutradara dari sandiwara itu adalah pribadi tak bernurani yang tega mengorbankan sesamanya demi egonya. Eja Cosmas Mauponggo – Nagekeo telah menerpamu menjadi pribadi yang harus tetap menegakkan kepala dalam situasi apapun. Perbukitan-perbukitan Mauponggo telah menerpamu menjadi pribadi yang tetap berdiri sampai titik ini. Ingat Eja ! cengkeh,kemiri,kopra yang tumbuh subur dan ...
Refleksi Akhir Tahun 2025 & Menyongsong 2026 Saat membacakan intensi misa di Misa I tutup Tahun, 31 Des 2025 Sang waktu terus berputar dan tak seorangpun mampu menahannya. Perputaran itu menghantar kita pada lembaran akhir buku kehidupan tahun 2025. Tawaria, air mata, sukses, gagal menjadi bagian yang tidak mungkin di kembalikan, kisah kisah itu akan menjadi masa lalu. · Hanya satu kata yang mesti lahir dari bibir sang ciptaan istimewa ini yakni " SYUKUR". Syukur pada Sang Hidup karena memberi kita kesempatan istimewa mengakhiri akhir dari sebuah waktu. Kita bersyukur karena Tuhan memberi kita kesempatan mengakhiri 12 bulan, 365 hari,52 minggu, 8.760 jam,525.600 menit dan 31.536.000 detik. Sebagai insan beriman kita sepakat bahwa, akhir 2025 menjadi ruang jeda untuk menghela napas bersyukur dan refleksi. Setiap proses yang dilalui menyimpan sejuta makna, sejuta kisah yang mesti menjadi sebuah permenung...
Komentar
Posting Komentar