Perjalanan Panjang Paroki St.Fransiskus Assisi, Dari 1 KUB Sampai Menjadi Satu Paroki Langkah pertama perjalanan paroki St.Fransiskus Assisi menjadi sebuah paroki defenitif, tidak terlepas dari kehadiran PT Lopo Indah Permai memulai proyek pembangunan perumahan di bilangan Kolhua Kupang. Seperti di ketahui bahwa PT Lopo Indah Permai merupakan perusahaan pengembang perumahan pertama di Kota Kupang. Kehadiran PT Lopo Indah Permai di Kolhua 20-an tahun silam itu mengubah Kolhua yang saat itu masih hutan menjadi sebuah pemukiman padat penduduk. Warga Kota Kupang dan sekitarnya ingin memiliki rumah tinggal di perumahan Lopo Indah permai itu. Ternyata keluarga-keluarga Katolik juga banyak yang memiliki hunian layak huni di kawasan perumahan itu, yang belakangan lebih familyer dengan sebutan BTN Kolhua. Kolhua saat itu menjadi bagian dari paroki Sta.Familia Sikumana-Kota Kupang. Mengingat jumlah keluarga Katolik lumayan banyak lahir satu KUB di Kolhua...
Setelah 22 Tahun Mengabdi, Hari Ini Berakhir ! Dari Kiri : Kepala Sekolah, Ketua Yayasan dan Saya Awal Januari 2003 silam, saya bergabung sebagai guru di SMPK Sta.Theresia Kupang. Kehadiran saya di sekolah milik Suster-suster Abdi Roh Kudus itu, tanpa surat lamaran / test. Tenaga saya sangat dibutuhkan karena sekolah itu ketiadaan guru Agama. Saya baru wisuda di bulan September 2002 dan diminta oleh Sr.Amanda,SSpS untuk membantu sekolah itu. Tanpa soal jawab saya mengiakan tawaran dan permintaan itu. Selama 22 tahun mengabdi tidak terlintas di benakku untuk meninggalkan sekolah itu bahkan tidak ada dalam pikiran saya untuk menjadi PNS atau mengikuti test CPNS. Suka duka telah kulalui sebagai seorang guru swasta dengan gaji yang sangat kecil namun saya jalani dengan hati meski terkadang sebagai manusia iri dengan para PNS yang gajinya dengan saya langit dan bumi. Setelah peristiwa piluh itu, saya merenung dan terus merenung “ mungkinkah saya harus pergi meninggalkan...
Untukmu Eja Kompol Cosmas Kaju Gae Eja Cosmas Kaju Gae, saya tidak mengenalmu, namun kisah bangku panjang di ruang sidang, ketika Eja di depan, pimpinan membacakan putusanl PTDH—Pemberhentian Tidak Dengan Hormat., Kamis 4 September 2025 saya berusaha mengenalmu dan berusaha merasakan apa yang yang eja rasakan. Eja Cosmas Kaju Gae, jujur saya menulis ini dengan mencucurkan air mata, karena saya sadar dan yakin bahwa Eja Cosmas tidak mungkin terlintas dibenakmu untuk menghabisi nyawa seorang anak manusia. Eja Cosmas Kaju, hidup ini memang penuh dengan sandiwara, sang sutradara dari sandiwara itu adalah pribadi tak bernurani yang tega mengorbankan sesamanya demi egonya. Eja Cosmas Mauponggo – Nagekeo telah menerpamu menjadi pribadi yang harus tetap menegakkan kepala dalam situasi apapun. Perbukitan-perbukitan Mauponggo telah menerpamu menjadi pribadi yang tetap berdiri sampai titik ini. Ingat Eja ! cengkeh,kemiri,kopra yang tumbuh subur dan ...
Komentar
Posting Komentar