Refleksi Akhir Tahun 2025 & Menyongsong 2026 Saat membacakan intensi misa di Misa I tutup Tahun, 31 Des 2025 Sang waktu terus berputar dan tak seorangpun mampu menahannya. Perputaran itu menghantar kita pada lembaran akhir buku kehidupan tahun 2025. Tawaria, air mata, sukses, gagal menjadi bagian yang tidak mungkin di kembalikan, kisah kisah itu akan menjadi masa lalu. · Hanya satu kata yang mesti lahir dari bibir sang ciptaan istimewa ini yakni " SYUKUR". Syukur pada Sang Hidup karena memberi kita kesempatan istimewa mengakhiri akhir dari sebuah waktu. Kita bersyukur karena Tuhan memberi kita kesempatan mengakhiri 12 bulan, 365 hari,52 minggu, 8.760 jam,525.600 menit dan 31.536.000 detik. Sebagai insan beriman kita sepakat bahwa, akhir 2025 menjadi ruang jeda untuk menghela napas bersyukur dan refleksi. Setiap proses yang dilalui menyimpan sejuta makna, sejuta kisah yang mesti menjadi sebuah permenung...
Perjalanan Agama Katolik Di Nusa Tenggara Timur (NTT) Benteng Lohayang-Solor Keberadaan agama Katolik di Nusantara (NTT) ini tidak terlepas dari kehadiran bangsa Portugis. Yang menariknya bahwa kehadiran bangsa Portugis di Nusantara ini membawa dua misi, mencari rempah dan sekaligus membawa misi penyebaran agama Katolik. Nusa Tenggara Timur yang kala itu di kenal dengan sebutan Sunda kecil bersama Bali dan NTB juga tidak luput dari perhatian bangsa barat (Portugis). Lahirnya Iman Katolik di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terlepas dari kehadiran para Misionaris Portugis di Kepulauan Maluku, tepatnya tahun 1534. Kota Larantuka-Vaticannya Indonesia Seiring berjalannya waktu, Sunda kecil juga tidak luput dari perhatian bangsa Portugis. Kapal-kapal Portugis yang datang ke NTT sering disertai misionaris, seperti Ordo Fransiscan dan Dominican. Angin segar itu lahir dimana tahun 1561, Uskup Malaka mengirim empat misionaris Dominikan untuk menyebarkan agama Katoli...
Perempuan ! (Refleksi Atas Satu Abad Lahirnya WKRI) Wanita-Wanita Adonara saat misa sulung Rm.Aris Miten, Pr di Bello-Kupang Istilah "perempuan" umumnya digunakan untuk manusia segala umur dan segala golongan. Sebutan umum untuk orang dewasa berjenis kelamin perempuan disebut wanita . Sementara itu, istilah untuk Anak yang berjenis kelamin perempuan disebut " anak perempuan ", " cewek ", [2] atau " gadis ". [3] Sedangkan menurut bahasa daerah tertentu, menyebutnya Ina, Ine, Ena, Bifel, feto dstnya. Ungkapan – ungkapan ini pada intinya mengandung arti “yang memberi hidup / kehidupan”. Dalam budaya ketimuran, sangat menghormati kaum perempuan, perempuan dipandang sebagai mnaot bua (emas murni) sehingga perempuan harus benar-benar dihargai dan dihormati, karena dia yang memiliki Rahim dan dia pula yang memiliki air susu (ASI). Orang Lamaholot menjunjung tinggi filosofi , "Ina Ata Wai Matan" ibu adalah mata air, INAWAE = per...
Komentar
Posting Komentar