Kisah Itu
Kisah Itu !
Tahun 1998/1999 Saya mengajar di 1 sekolah swasta di Kefamenanu. Saat itu sebagai guru muda dan baru jadi guru bangga apalagi mengajr di kota Kefamenanu.
Honor saya kala itu Rp.50.000/bln. 3 bulan setelah mengajar di sekolah itu oleh Kepsek, saya ditunjuk menjadi bendahara umum sekolah. Saya terima saja kepercayaan itu.
Sangkaku honor saya akan bertambah namun nyatanya tetap. Saya m3njalankan tugas itu dengan baik.
1999 terjadi exodus warga Timtim ke timbar oleh Romo dekan saya diminta bersama belasan ibu kami menjadi relawan kemanusiaan. 2000 saya memutuskan menlanjutkan kuliah ke Malang. Dari pihak sekolah berat melepaskan saya namun mereka tidak mungkin menghalangi saya.
Saya akhirnya menyelesaikn S1 di Malng. 2003 saya kembali ke NTT dan 9 Januari 2003 mulai mengajar di jantung kota Kupang. Honor saya waktu itu Rp.250.000/bln. Saya menjalankan itu dengan baik.
16 thn telah kujalani gaji saya hanya 18% dari 80 jt yang di peroleh oleh orang lain dalam semalam.
Sungguh seumur hidup saya tidak mungkin mengumpulkn uang sebanyak 80 jt, toh kalau hrs punya 80 jt hrs kredit dan harus cicil dalm 10 thn. Mungkin garis tangn bahwa dalm 1 mlm ada yg bs mendapt 80 jt, namun sy kerja seumur hidup tdk mungkin mengumpulkn 80 jt. Namun di balik itu, saya dan kel kecil sy boleh di blng 1 dari kel2 yg bahagia saat ini.
Kebahagiaan tidk diukur dgn jumlah uang yg kita miliki, bahagia bkn tergantung dr brp harta yg kita miliki namun ada di hati. Dia memilliki 80 jt dlm semalm dan sy seumur hidup sy tdk mungkin memililiki 80 jt, karena sebulan gj sy hnya 1,8 % dr 80 jt. Namun dia tdk memiliki yg sy punya yakni kebahagiaan sejati itu....
Salam kasih dari Bello permai.

Komentar
Posting Komentar