Tot Ninik, 2 November
Tame,o Nitu - Tot Ninik
(Catatan kecil merayakan arwah semua orang beriman, 2 November 2024)
Sejak kecil di kampung halaman saya Sainoni-Oetfo, kami sudah diperkenalkan dengan tradisi suci, tame,0 nitun - tot ninik.(Membersiskan kuburan-bakar lilin). Tradisi suci begitu melekat dalam kehidupan orang-orang sekampung saya. Sore harinya menjelang 2 November kami akan ke kuburan untuk membersihkan kuburan keluarga yang telah berpulang. Kami yang anak-anak seusia saya kala itu, kami mencari bunga-bunga hutan (bunga kuning, orang Dawan bilang Nikis, bunga kamboja alam dan bunga sepe) untuk ditaburkan dimakam pada 2 November.
Tak ketinggalan jauh hari sebelumnya beberapa ekor ayam atau babi kecil, atau sapi disiapkan untuk moment itu.
Pada pagi 2 November semua orang sekampung saya, bahkan mereka yang tinggal diluar kampung akan kembali ke kampung halaman untuk acara tame,o nitun ini, akan beramai-ramai ke kuburan menabur bunga dan bakar lilin.
Seusai bakar lilin, kami biasanya akan misa bersama dikuburan umum (kalau ada imam), sedangkan kalau tidak ada imam, biasanya ibadat bersama.
Seusai misa/ibadat, yang ditunggu-tunggu oleh kami anak-anak seusia saya kala itupun datang. Hewan kurban yang sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya dikurbankan.
Tae Lilo (Takaf) - Tatek
Biasanya ada ritual adat sebelum pemotongan hewan kurban. Tanda diterima atau tidaknya kurban dipersembahkan kepada leluhur, dilihat pada hati hewan kurban. Kalau tandanya baik kami akan senang, tetapi kalau tandanya buruk harus segera diperbaiki.
Setelah para tetua melihat tanda pada hati hewan kurban, selanjutnya daging dipotong-potong dan bagian tubuh hewan kurban terbaik akan dipersembahkan kepada leluhur, ayam biasanya dada, sedang babi biasa bagian leher dan tulang punggung. Yang Menarik bahwa kita tidak boleh makan daging kurban itu sebelum tatek (memberi makan leluhur).
Acara diakhir dengan makan bersama leluhur yang meninggal. Orang-orang sekampung saya punya pandangan selaras dengan ajaran Kristiani (Katolik) bahwasanya, tubuh boleh berpisah namun kita masih terus bersama. Orang-orang kampung saya jikalau mendengar siulan burung yang merdu, kupu-kupu dan atau tanda lainnya, kami yakin bahwa lehuhur datang.
Ajaran Iman Katolik
Sesuai ajaran iman Katolik, bahwa relasi dengan mereka yang sudah meninggal tidak dibatasi ruang dan waktu. Secara fisik kita sudah berpisah namun tiga keutamaan Kristiani (Iman, Pengharapan dan kasih) membuat kita tetap satu.
Suatu saat nanti kita akan bersatu dalam kemah kediaman abadi. Dalam kemah itu tidak ada lagi derita, tangisan. Hanya 1 yang paling utama adalah mendoakan mereka yang telah meninggal.
Bahagialah di sini, bai, nenek,bapak-mama, saudara.I saya yang telah mendahului kami. Kita saling mendoakan.
Bello, 2 1122
Pukul . 09.06
Tanus Korbaffo

Komentar
Posting Komentar