Bersama Pastor Parokinya Umat Paroki St.Fransiskus Assisi Melepas Bulan Rosario 2024
Bersama
Pastor Parokinya Umat Paroki St.Fransiskus Assisi Melepas Bulan Rosario 2024
Foto bersama seusai misa
Gereja Katolik menyediakan
dua bulan istimewa bagi umat untuk memberi penghormatan istimewa bagi Bunda
tersuci Santa perawan Maria. Kedua bulan tersebut adalah bulan Mei (Bulan
Maria) dan bulan Oktober (Bulan Rosario).Bulan Maria
Sekedar
untuk diketahui, bulan Mei diperingati sebagai bulan Maria berawal dari tradisi
suci yang berkembang di negara empat musim. Pada bulan Mei, masyarakat di
negara-negara tersebut menyambut musim semi di mana bunga-bunga bermekaran.
Oleh karena itu, bulan Mei dianggap sebagai awal sebuah kehidupan.
Bagi umat Katolik, Bunda Maria adalah 'Hawa
Baru' yang merupakan ibu dari semua yang hidup. Hal inilah yang menginisiasi
tradisi umat Katolik
Sedangkan Oktober ditetapkan sebagai bulan
Rosario berawal dari peristiqa pertempuran di Lepanto
pada tahun 1571, kala itu negara- negara Eropa diserang oleh kerajaan Ottoman.
Terdapat ancaman besar, bahwa agama Kristen akan terancam punah di dunia Eropa.
Jumlah pasukan Turki telah melampaui pasukan Kristen di Spanyol, Genoa dan
Venesia. Menghadapi ancaman ini,
Menyadari
keadaan genting itu, Don Juan (John) dari Austria, komandan armada Katolik,
berdoa rosario memohon pertolongan Bunda Maria. Demikian juga, umat Katolik di
seluruh Eropa berdoa rosario untuk memohon bantuan Bunda Maria di dalam keadaan
yang mendesak ini.
Pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama- sama dengan banyak umat beriman berdoa rosario di basilika Santa Maria Maggiore. Sejak subuh sampai petang, doa rosario tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto. Walaupun nampaknya mustahil, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada tanggal 7 Oktober. Kemudian, Paus Pius V menetapkan peringatan Rosario dalam Misa di Vatikan setiap tanggal 7 Oktober. Kemudian penerusnya, Paus Gregorius XIII, menetapkan tanggal 7 Oktober itu sebagai Hari Raya Rosario Suci
Kita
kembali ke kisah penutupan Bulan Rosario tingkat Paroki St.Fransiskus Assisi
Kupang. Ya ! hari ini, Kamis 31 Oktober 2024 orang Protestan merayakan hari
reformasi sedang umat Katolik sejagad mentup secara resmi bulan Rosario.
Penutupan
bulan Rosario tingkat paroki St.Fransiskus Assisi berlansung dalam perayaan
ekaristi yang di pimpin oleh Pastor paroki, RD.Longinus Bone bersama RD.Yoakim
Konis dan seorang pastor tamu dari keuskupang Palembang, RD.H.Gono Pratomo,
serta Diakon Mikhael Manipada dan dimeriahkan oleh koor dari ikatan katekis
Assisi.
7
Menit sebelum perayaan ekaristi dimulai sebagai komentator, Bpk Tanus Korbaffo mengarahkan
umat yang hadir dengan kata-kata cinta ini !
Selamat
datang dan selamat bertemu dalam perayaan suci hari ini, seiring dengan
perginya sang mentari di senja ini, kita umat paroki St.Fransiskus Assisi
bersama pastor paroki dan para imam selebran akan melepaspergikan bulan Rosario
2024. Selama selama bulan Oktober ini, bersama Bunda Maria kita membagi cinta,
sukacita dengan berkunjung dari rumah ke rumah. Ada cinta, ada kebahagiaan yang
tercipta selama bulan Rosario ini. Kopi panas, the hangat, bubur kacang,
umbi-umbian dan pangan local lainnya menjadi penyemarak seusai ibadat Rosario.
Hari
ini kita akan melepaspergikan bulan Rosario 2024 namun lantunan doa Rosario
akan terus menggema dalam rumah tangga kita masing-masing.
Pada kesempatan ini, RD.H.Gono
Pratomo pastor tamu dari keuskupan Padang di daulat oleh Pastor paroki mebagikan
kisah kehidupan umat di keuskupan Agung Padang.
Diakhir misa Pastor paroki berterima
kasih kepada umat yang hadir, Pastor paroki saat itu berucap, bahwa ia sangat
bangga memiliki umat Assisi, baik dari pusat paroki maupun dari stasi-stasi.
Pastor paroki berharap meskipun kita sudah menutup bulan Rosario tetapi doa
Rosario harus terus menggema dalam keluarga kita masing-masing.
Seusai misa kami anggota koor tidak
melewatkan bersua foto bersama para imam dan daikon serta dilanjutkan dengan
bincang-bincang cinta di pastoran. Hadir dalam bincang-bincang cinta itu, ketua
DPP Bpk Adrianus Ceme, RD.Yoakim Konis, RD.Dus Bone (Pastor Paroki) dan Diakon
Mikahel Manipada.
Ada cinta dan sukacita lahir dalam
bincang-bincang cinta itu dengan ditemani kue nogosari dan pisang goreng.
Bello, 1 November 2024 19.53 Menit
Tanus Korbaffo
Saat latihan terakhir dipantau pastor paroki






















Mg tetap kompak
BalasHapus