Pesta Perak Perkawinan Bapak Gregorius Lebe-Mama Ermelinda Igo
Merayakan Pesta
Perak Perkawinan Bapak Gregorius Lebe – Mama Ermelinda Igo
Kupang, 22 Oktober
1999 – 2024
Suasana sukacita tampak di kediaman Bapak Gregorius Lebe dan Mama Ermelinda Igo di bilangan Dendeng-Noelbaki Kupang. Kursi-kursi teratur
rapih di bawah tenta-tenda yang telah disiapkan. Sebuah soundsystem lengkap
nampak menjadi penyemarak sukacita itu.
Tepat pukul 19.00 (Jam 7 malam) perayaan ekaristi di
mulai. Misa syukur pesta perak perkawinan ini di pimpin oleh RD.Mex dan
disemarakan oleh koor dari Sentratasik Unwira Kupang.
Umat atau undangan yang hadir diperkirakan 350 orang, hal
ini terbukti dengan tidak ada satupun kursi yang disediakan kosong.
Kurang 20 menit sebelum perayaan, Bpk Tanus Korbaffo yang
didaulat menjadi pemandu acara malam itu, memulai ocehannya. Pada moment itu, sebagai
MC saya mengisahkan sedikit perjalanan keluarga Bapak Goris Lebe sampai titik
ini.
Ocehan itu antara lain
Hidup perkawinan ibarat sebuah biduk yang sedang berlayar. Dalam pelayaran itu, terkadang berhadapan dengan cuaca yang sangat buruk, sang biduk terombang-ambing dihempas ganasnya arus lautan. Semua yang berada diatas biduk itu mabuk dan terkadang sempoyongan.
Hal yang sama dialami oleh keluarga Bapak Goris Lebe,
jatuh bangun dalam menjalani hidup berkeluarga telah dialami, sakit penyakit
yang berkepanjangan dialami oleh anggota keluarga dan titik terendah dalam
hidup kelurga Bapak Goris terjadi pada 5 tahun setelah sebidup tepat 2004
dimana sang buah mereka yang kedua harus pergi untuk selamanya.
Saya melanjutkan ocehan itu, bahwa perjalanan keluarga
Bapak Goris Lebe sampai titik ini, kata yang paling indah yang patut diucapkan
adalah syukur, syukur dan syukur karena sekali Tuhan sayang selamanya Tuhan
Sayang. Setia kunci hidup berumah tangga.
Hadiah terbesar pesta perak ini adalah putra pertama mereka Us menyandang pasca sarja (S2 Teknik Sipil di Universitas Brawijaya Malang-Jawa Timur)
Romo Mex dalam kotbahnya mengharapkan agar umat yang
hadir memetic hikmah dari perayaan syukur ini.
Hadir pula dalam perayaan ekaristi ini, saksi perkawinan
yakni bapak Elias Mega dan mama Densi.
Seusai perayaan dilanjutan dengan sambutan-sambutan. Nona
Imel yang merupakan anak ani perkawinan, dimana hingga merayakan 25 tahun hidup
berkeluarga, Bpk Goris dan Mama Lin telah menjadi saksi perkawinan untuk 9
pasang dan saksi permandian untuk 19 anak. Pada kesempatan itu, Nona Imel mengisahkan
kedekatannya pada bapak dan mama saksinya. Ia benar benar menjadikan mama dan
bapak saksinya menjadi teladan hidup.
Saat diberi kesempatan menyampaikan isi hati, Bapak Goris
Lebe mengisahkan jatuh bangun keluarganya mengarungi lautan kehidupan ini. Ia
berkisah bagaimana perjalanannya sampai di kota karang ini.
Makan malam bersama menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dalam perayaan syukur ini dan selepas makan malam patah pinggang. Ja,I, tebe,
dolo dolo, ikan nai pante, dansa menambah sukacita pada malam itu.
Bello, 23 Oktober 2024 13.55 Menit
Tanus Korbaffo






































Komentar
Posting Komentar