Almarhumah Josefina Maria Mey & Cinta Sucinya !
Almarhumah Josefina Maria
Mey & Cinta Sucinya !
Almarhumah Bersama suami saat masih hidup
Tidak seorang manusiapun di dunia ini, yang tahu
kapan ajalnya datang menjemput. Sama halnya dengan almrh.Josefina Maria Mey.
Siapa sangka perempuan yang oleh teman-temannya dikenal murah hati, tidak
banyak omong dan sosok yang menyimpan rahasia keluarga dengan rapih.
Seperti yang ditulis Maria Rietha Gelo Lodo berikut
ini.
“Josefina Mey Engkau
menyimpan rapi semua perkara dalam hati seperti Bunda Maria menyimpan semua
perkaraNya dalam Hati...
Engkau
menyimpan semua perkaramu rapi didalam hati, seperti Engkau menyimpan Patung
Bunda Maria Rapi di dalam lemari demi dapat berdoa Salam Maria...
Engkau
menyimpan semua perkaramu dalam hati, sebagaimana janjimu di altar kudus, satu
untuk keluarga....satu untuk hidup dan matii...
Engkau
menyimpan rapi semua perkaramu dalam hati dengan melewati jalan salibmu
...meskipun engkau harus mengendap-endap...mencari jam jalan salib...
Engkau
menyimpan rapi semua perkaramu dalam hati demi 2 lelaki buah
cintamu...sekalipun luka dan perih lebam sekujur tubuh...
Engkau
menyimpan rapi semua perkaramu dalam hati demi cinta yang kau
pertahankan..meskipun hancur hatimu...”
Maria
Mey adalah pribadi yang penuh cinta, penyayang dan tidak menyimpan dendam.
Meski banyak kali laki-laki yang ia sayangi menyakitinya. Hal ini terbukti,
ketika di ulang tahun suami, almarhumah menulis berikut ini.
“Tanggal Sebelas bulan
April 1972 Engkau terlahir dari seorang Wanita Sederhana dalam perjalanan
hidupmu tak terasa usiamu makin bertambah dan di Tgl 11 April 2024 Usiamu tak
terasa sdh 52 Tahun ini usia yg sdh sangat dewasa, engkau Suami yg disapa istri
dan bapak dari dua orang pendekar di Hari Jadimu Hari ini Adalah Hari Yang
Penuh Rasa Syukur Karena Tuhan masih perkenan utk Hidup bersama Keluarga dan
sesama kami Doakan semua yang terbaik Untukmu dan yang terbaik buat kami bertiga. Tetap Sehat Sentosa Dalam kasih
Karunia Tuhan. Tuhan Yesus Menjaga dan Melindungi Selalu. HBD For Love
”.
Setiap pasangan suami-istri tentu saja menginginkan
perjalanan rumah tangga mereka tetap langgeng, harmonis dan pastinya mengharapkan
anak-anak berhasil dalam hidup kelak.Pernyataan ini jugalah yang menjadi
dambaan Maria Mey. Kabar yang beredar bahwa kekerasaan demi kekerasaan yang
dialami oleh Maria Mey dari suami sudah diketahui oleh teman-teman di
kantornya. Malah banyak teman dekatnya yang menganjurkan agar Maria Mey
meninggalkan si laki-laki tukang mabuk, temperamen dan suka dengan kekerasaan itu. Namun demi cintanya pada anak dan pilihan hidupnya
Ia tetap bertahan.
Ternayata ungkapan, madu di balas empedu
pantas di samatkan pada pribadi Maria Mey. Kekerasan fisik maupun verbal yang
diterimanya dari suami saban hari tidak melunturkan cintanya. Hal ini terungkap
dalam tulisan Kulata
Ima pada dinding fbnya.
“Sejatinya..
rumah tangga itu adalah rumah paling aman buat anak-anak dan pasangan..karena
lingkungan di luar keluarga sangat tragis ....namun semakin ke sini semakin
sulit dipercaya..banyak anak justru diperkaos oleh ayah kandung saat mabuk,
Banyak anak trauma melihat kekerasan dalam rumah tangga dan yang sangat miris kematian mama Mey.. Ah .. seandainya dulu waktu sering dipukul mama Mey ajukan saja cerai mungkin anak2 masih bisa memiliki mereka berdua walau tidak dalam satu biduk rumah tangga,..tapi apa daya semua sudah terjadi.. Pelajaran utk kita. Mari saling menghargai, ..karena menikah hanya sekali. Doa tulus buat anak2nya mama Mey..semoga mereka menjadi anak yang kuat.
Ziarah
hidup manusia di dunia ini memang penuh misteri. Manusia boleh merencakan namun
Tuhanlah yang memutuskan. Lagi!kematian dan kehidupan adalah dua sisi yang tidak
dapat dipisahkan. Bicara tentang kematian, kita mestinya sepakat bahwa, setiap
orang yang memiliki harus siap untuk kehilangan, karena Maria Mey memiliki
napas dan Nyawa maka setiap saat ia harus siap untuk kehilangan.
Tidak
seorangpun dapat menduga kapan kehilangan itu datang, seperti terungkap dalam
coretan Veneranda
Moi berikut ini.
“Foto terakhirmu saat hadir sidang Komisi V DPRD Sabtu siang dikirim dan tidak disangka beberapa jam kemudian sudah terbaring lemah di RS Leona.Tuhan mengasihimu & menghapus segala penderitaanmu. Semoga kebaikan dan imanmu menuntunmu menuju surga yang penuh cahaya.Adik Josefina Maria Mey sayang slamat jalan ke pangkuan sang Ilahi. Kami semua Keluarga Besar Dispora Provinsi Ntt berduka atas kepergianmu. Jumad kemaren di kantor kita masih makan berdua nasi goreng buatan adik Eliza dibagi dua telur dadar, dua potong daging dibagi dua, makan hingga tak tersisa. Rupanya makan terakhirmu bersama kami. Sedihhh sekali ee Bahagia di Surga Adik sayang
Sekali lagi bahwa sosok almarhumah Maria Mey adalah sosok yang sangat mencintai keluarganya dan dekat dengan Tuhan. Tulisan kecil di dinding Fbnya, mengaminkan hal ini.
“ 1
Korintus 10: 31
“Apapun
yang kamu lakukan, perbuatlah untuk kemuliaan Tuhan.”
Setiap
tindakan atau perbuatan yang akan kita lakukan, sebaiknya kita pikirkan
terlebih dahulu apakah yang kita lakukan benar atau tidak. Dengan begitu, maka
kita berusaha untuk memuliakan nama Tuhan, bukan hanya agar orang melihat diri
kita baik.
Persiapan
Dirimu selalu tuk menempuh masa depanmu dan Andalkan Tuhan Selalu dalam langkah
hidupmu. Tuhan Yesus Memberkati dan Bunda Maria jaga selalu”.
Akhir
kata, semoga kisah piluh ini tidak terulang dan terulang lagi. Kisah tewasnya
Maria Mey memperpanjang deretan kasus KDRT yang saban saat kian menjerat leher.
Kita berharap dan berdoa agar kasus serupa tidak terulang lagi.
Bello, 15 Agustus 2024, 13.47 Menit
Tanus Korbaffo


Komentar
Posting Komentar